Motor Listrik Gesits Minta Jangan Dianaktirikan

Motor Listrik Gesits Minta Jangan Dianaktirikan

Motor listrik Gesits merupakan hasil kolaborasi Garasindo Group dengan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS)  yang sudah siap dijual massal. Motor listrik berbentuk skuter matik ini 90 % merupakan asli Indonesia.

Dilansir dari laman OtoDetik, CEO Garasindo, Muhammad Al Abdullah mengatakan bahwa motor Gesits tersebut bukan sekedar copot dari luar lalu kemudian diubah di Indonesia. Motor tersebut benar-benar diproduksi di Indonesia, namun hanya saja bagian sel baterainya yang masih impor karena di Indonesia belum memiliki baterai itu. Dikatakannya lebih lanjut, bahwa apabial dipresentasikan, motor tersebut 90 % sudah racikan Indonesia.

Motor Listrik Gesits Minta Jangan Dianaktirikan

Ditambahkannya pula, bahwa motor listrik Gesits ini tak butuh insentif macam-macam dari pemerintah karena teknologi motor listrik itu lebih sederhana dan tidak seperti teknologi mobil listrik. Dengan teknologi yang tidak sederhana tersebut, maka untuk mobil listrik diperlukan semacam insentif dari pemerintah.

Lebih lanjut, Abdullah mengatakan bahwa motor tersebut siap jalan sehingga tidak diperlukan adanya insentif dan pihaknya pun sudah independen. Pihaknya meyakini pengetahuan warga Indonesai sudah cukup luas terkait dengan teknologi ini dan hal tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Meski demikian, dirinya berharap agar Gesits nantinya dapat diperlakukan secara adil oleh pemerintah agar dapat bersaing dengan kompetitornya dan eksis di Indonesia. Harapan tersebut diungkapkannya karena motor listrik tersebut nantinya akan dapat berkontribusi.

Beberapa waktu lalu Gesits terparkir di halaman Gedung Heritage Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Di tempat tersebut, motor listrik buatan anak bangsa itu dites langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Setelah menjajal motor listrik terbaru tersebut Jonan mengaku bahwa desain dan performa motor tersebut sangat baik, bahkan dirinya mengaku akan membeli satu unit bila sudah dijual massal.

Jonan pun mengatakan bahwa Presiden juga akan mendukung adanya motor listrik tersebut. Salah satu pertimbangannya yaitu adanya regulator atau policy, dan alasan keduanya ialah kemandirian listrik nasional. Dirinya berpendapat bahwa motor listrik tersebut dapat menggunakan sumber daya lokal yang ada seperti batu bara, gas, matahari, dan panas bumi.